MAKALAH MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT
Daftar Isi
Daftar Isi
Daftar
Isi
..................................................................................................... 1
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang................................................................................ 2
1.2 Rumusan Masalah........................................................................... 2
1.3 Tujuan
............................................................................................ 2
Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian Manajemen.................................................................... 3
2.2 Pengertian Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat.......... 3
2.3 Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat.................................... 3
2.4 Prinsip-prinsip Hubungan Sekolah dan Masyarakat....................... 5
2.5 Teknik-teknik Hubungan Sekolah dan Masyarakat........................ 6
2.6 Organisasi
Hubungan Sekolah dan Masyarakat ........................... 11.
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan...................................................................................... 15
Daftar Pustaka
........................................................................................... 16
........................................................................................... 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Program sekolah tentunya tidak dapat berjalan lancar
apabila tidak mendapat dukungan masyarakat. Oleh karena itu pemimpin sekolah
perlu terus menerus membina hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat.
Sekolah perlu banyak memberi informasi kepada masyarakat tentang
program-prgoram dan problem-problem yang dihadapi, agar masyarakat mengetahui
dan memahami masalah-masalah yang dihadapi sekolah. Harapannya yaitu tumbuhnya
rasa simpati dan partisipasi masyarakat
Kebijakan Direktur Pendidikan Menengah Umum tentang
Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah menekankan agar sekolah mampu
mengkoordinasikan dan menyerasikan segala sumber daya yang ada disekolah dan di
luar sekolah untuk mewujudkan sekolah yang bermutu. Untuk mewujudkan itu semua
diperlukan kesiapan dan kemampuan agar bisa memberdayakan semua komponen di
sekolah dan di luar sekolah agar berpartisipasi secara aktif dalam
penyelenggaraan pendidikan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Untuk membatasi bahasan yang dipelajari, maka perlu
dibuat rumusan masalah antara lain :
1.
Pengertian manajemen, humas dan manajemen humas.
2.
Tugas pokok hubungan
sekolah dan masyarakat dalam pendidikan
3.
Jenis dan faktor pendukung hubungan sekolah dan
masyarakat
4.
Tujuan dan teknik hubungan sekolah dengan masyarakat
1.3
TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian
manajemen hubungan sekolah dan masyarakat
2. Untuk mengetahui
tugas pokok humas dalam pendidikan
3. Untuk mengetahui jenis dan pendukung humas dalam
pendidikan
4. Untuk mengetahui tujuan dan teknik humas dalam
pendidikan
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen
Definisi manajemen menurut James A.F. Stoner dalam
bukunya yang berjudul Management adalah proses perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi
dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.
2.2 Pengertian Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Secara etimologis, hubungan sekolah dan masyarakat
diterjemahkan dari perkataan bahasa inggris “Public School Relation” yang
berarti hubungan sekolah dan masyarakat adalah sebagai hubungan timbale balik
antara organisasi (sekolah) dengan masyarakat/lingkungan yang terkait.
Hubungan sekolah dan masyarakat didefinisikan sebagai
proses komunikasi antara sekolah masyarakat untuk berusaha menanamkan
pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan karya pendidikan serta
pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah.
2.3 Tujuan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (Husemas)
Tujuan husemas dimaksudkan untuk menciptakan hubungan
seklah secara harmonis, meningkatkan kemajuan pendidikan disekolah dan memberi
manfaat masyarakat akan kemajuan sekolah.
Menurut Elsbree seperti yang dikutip Tim jurusan Administrasi Pendidikan (2003:52)
mengemukakan tujuan-tujuan husemas yaitu sebagai berikut, yaitu :
1. Meningkatkan
kualitas belajar dan pertumbuhan anak
Makin maju konsep-konsep pendidikan
menunjukkan kepada para pendidik, terutama guru-guru disekolah, agar pendidikan
dan pengajaran tidak lagi subject matter
centered, tetapi hendaknya community
life centered, tidak lagi berpusat pada buku tetapi berorientasi pada
kebutuhan kehidupan dimasyarakat. Konsep
pendidikan yang demikian mengandung implikasi yang berhubungan dengan
masyarakat, seperti :
a. Personel
sekolah, terutama guru , perlu mengetahui benar-benar masyarakat lingkungan
hidup anak-anak sangat penting bagi program pendidikan.
b. Kepala
sekolah dan guru hendaknya selalu berusaha untuk bekerjasama dan memanfaatkan
sumber-sumber di masyarakat yang diperlukan untuk memperkaya program sekolah.
c. Sekolah
hendaknya dapat bekerjasama dengan instansi-instansi lain dimasyarakat yang
mempunyai tugas dan kepentingan yang sama terhadap pendidikan.
d. Guru-guru
hendaknya selalu mengikuti perkembangan masyarakat dan selalu siap memahami dan
mengkaji sumber-sumber masyarakat yang
dapat dimasukan kedalam rencana pengembangan pendidikan.
2. Meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya
pendidikan dan meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat. Didalam masyarakat yang demokratis, seyogyanya
dapat menjadikan dirinya sebagai pelopor dan pusat perkembangan bagi perubahan
masyarakat disemua bidang kehidupan masyarakat
3. Mengembangkan
antusiasme/semangat saling bantu antara sekolah dengan masyarakat demi kemajuan
keduabelah pihak.
4. Meningkatkan
kualitas pembeljaran dan pertumbuhan peserta didik.
5. Berperan
dalam memahami kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
6. Mengembangkan
program-program sekolah ke arah yang lebih maju.
7. Mampu
menumbuhkan kreatifitas serta dinamika kedua belah pihak,sehingga hubungan dapat bersifat aktif
dan dinamis.
2.4 Prinsip-prinsip
Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Ada sejumlah prinsip yang perlu diperhatikan
dalam rangka mengembangkan program hubungan sekolah dan masyarakat yaitu :
1.
Keterpaduan (intergrating),
yaitu keterkaitan antara kepala sekolah, masyarakat dan keluarga yang merupakan
satu kesatuan yang saling berhubungan dengan yang lain.
2.
Berkesinambungan (contiinuiting),
yaitu suatu proses yang berkembang terus-menerus. Sekolah seharusnya memberi
informasi terus-menerus, dan sebaliknya, masyarakat ikut membantu sekolah
melalui pembentukan public-opinion agar image masyarakat tetap baik terhadap
sekolah.
3.
Menyeluruh (coverage),
yaitu bahwa penyajian fakta-fakta kepada masyarakat itu menyeluruh seluruh
aspek. Jadi, semua aspek hidup sekolah diperhatikan mulai dari kehidupan
keagamaan sampai pada kehidupan ekonomi. Untuk itu, setiap kegiatan sekolah
dapat dijelaskan melalui media massa, surat kabar sekolah, laporan berkala dan
sebagainya.
4.
Sederhana (symplicity),
yaitu bahwa informasi yang diberikan secara sederhana. Informasi itu dengan
kata-kata yang mudah dimengerti dan dengan rasa persahabatan. Jadi, yang
penting ialah jelas, menimbulkan rasa suka, mudah dimengerti.
5.
Konstruktif (constructiveness),
yaitu bahwa informasi itu dapat membentuk pendapat umum yang positif terhadap
sekolah.
6.
Kesesuaian (adaptability),
yaitu hendaknya program sekolah itu memperhatikan dan menyesuaikan dengan
masyarakat sekitarnya.
7.
Luwes (flexibility),
yaitu program yang sewaktu-waktu mampu menerima perubahan yang terjadi.
(Sahertian, 1994: 237-238).
Mengingat
humas dalam manajemen LPI ini harus dilandasi dengan nilai-nilai keislaman,
maka ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, di samping yang sudah
dijelaskan di atas, yaitu:
1.
Prinsip kemanfaatan, yaitu informasi yang diberikan
LPI seharusnya yang mengandung nilai manfaat, bukan sekedar propaganda.
2.
Prinsip kejujuran, yang dimaksud dengan kejujuran adalah
informasi yang diberikan LPI kepada masyarakat seharusnya apa adanya tidak
mengandung unsur kebohongan yang dibungkus dalam wujud promosi atau propaganda.
3.
Prinsip kehalalan/keridhaan. Bahwa informasi yang
disampaikan LPI kepada masyarakat tidak ada unsur memaksa atau merugikan di
antara salah satu pihak.
2.4 Teknik Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Fachrudi menjelaskan teknik hubungan sekolah dengan masyarakat
yaitu :
a)
Laporan kepada orang tua.
Teknik ini maksudnya adalah pihak
sekolah memberikan laporan pada orang tua murid tentang kemajuan-kemajuan,
prestasi dan kelemahan anak didik pada orangtuanya. Dengan teknik ini orangtua
akan memperoleh penilaian terhadap hasil pekerjaan anaknya, juga terhadap
pekerjaan guru-guru di sekolah.
b)
Majalah sekolah.
Majalah sekolah ini diushakan oleh
orang tua dan guru-guru di sekolah yang diterbitksan setiap bulan sekali.
Majalah ini dipimpin oleh, orang tua dan murid-murid bahkan alumni termasuk
pula dewan redaksi. Isi majalah ini menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan
sekolah, karangan guru-guru, orangtua dan murid-murid, pengumuman-pengumuman
dan sebgainya.
c)
Surat kabar sekolah.
Kalau sekolah itu mampu dapat
menerbitka surat kabar sekolah, maka ini berarti bahwa sekolah dapat memberikan
informasi yang lebih luas kepada orang tua atau masyarakat daerah sekitarnya.
d)
Pameran sekolah.
Suatu tehnik yang efektif untuk
memberi informasi tentang hasil kegiatan dan keadaan sekolah pada masyarakat,
ialah penyelenggaraan pameran sekolah. Ada bermacam-macam cara untuk mengadakan
pameran sekolah itu. Sekolah mengadakan pameran dengan membuata atau mengatur
hasil pekerjaan murid-murid itu di luar sekolah atau di sekolah. Pameran
sekolah akan menjadi lebih efektif lagi, kalau kegiatan-kegiatan itu disiarkan
melalui siaran-siaran pers dan radio di tempat itu sehingga dapat menarik
banyak orang dalam masyarakat.
e)
“Open house”
“Open house” adalah tehnik untuk
mempersilahkan masyarakat yang berminat untuk meninjau sekolah serta
mengobservasi kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil pekerjaan murid di sekolah,
yang diadakan pada waktu-waktu tertentu, misalnya sekali setahun pada penutupan
tahun pengajaran. Ada tiga langkah dalam pelaksanaan “open house” ini:
o Pengunjung
dibawa ke dalam kelas atau auditorium sekolah untuk diberi penjelasan tentang open
house itu.
o Pengunjung
diantar ke tempat-tempat yang telah disediakan akan hal-hal yang perlu dilihat.
o Pengunjung diajak kembali ke kelas atau
auditorium untuk berdiskusi dan menilai open house.
6.
Kunjungan ke sekolah.oleh orang tua murid yang dilakukan pada pelajaran di
berikan.
Kepada orang tua itu diberi kesempatan untuk melihat anak-anak mereka yang belajar di dalam kelas, juga untuk melihat kegiatan-kegiatan di laboratorium, perlengkapan-perlengkapan, gambar-gambar dan sebagainya, sehingga mereke memperoleh gambaran yang jelas tentang kehidupan di sekolah itu. Setelah selesai melihat-lihat, orang tua diajak berdiskusi dan mengadakan penilaian.
Kepada orang tua itu diberi kesempatan untuk melihat anak-anak mereka yang belajar di dalam kelas, juga untuk melihat kegiatan-kegiatan di laboratorium, perlengkapan-perlengkapan, gambar-gambar dan sebagainya, sehingga mereke memperoleh gambaran yang jelas tentang kehidupan di sekolah itu. Setelah selesai melihat-lihat, orang tua diajak berdiskusi dan mengadakan penilaian.
7.
Kunjungan ke rumah murid.
Kunjungan ke rumah orangtua murid
ini merupakan teknik yang sangat efektif dalam mengadakan hubungan dengan orang
tua di rumah agar supaya dapat mengetahui latar belakang hidup anak-anak.
Banyak masalah yang dapat dipecahkan dengan teknik ini antara lain, masalah
kesehatan murid, ketidak hadiran murid, pekerjaan rumah, masalah kurangnya
pengertian orang tua tentang sekolah dan sebagainya.
8.
Melalui penjelasan yang di berikan oleh personel sekolah.
Kepala sekolah hendaknya berusaha
agar, semua personil sekolah mempunyai pengertian yang jelas tentang kebijakan sekolah,
organisasi sekolah dan semua kegiatan pendidikan dan pengajaran serta
usaha-usaha lainnya. Pada mereka harus ditanamkan sikap loyalitasnya, rasa
kekeluargaan.
9.
Gambaran sekolah melalui murid-murid.
Informasi tentang keadaan sekolah
dengan perantaraan murid-murid itu diberikan melalui perencanaan sesuatu
kegiatan yang wajar, antara lain kalau sekolah itu terdapat di kota besar, maka
gambaran itu diberikan melalui program siaran pemancar radio untuk menyiarkan
sesuatu percakapan antara murid-murid atau antara murid dan guru, misalnya
tentang cara makan dan makanan sehat.
10. Laporan tahunan
Laporan tahunan ini dibuat oleh
kepala sekolah dan laporan ini diberikan kepada aparat pendidikan yang lebih
atas. Laporan ini berisi masalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh sekolah
termasuk kurikulum, personalia, anggaran, biaya dan sebagainya. Selanjutnya
aparat tersebut memberikan laporan pada masyarakat.
11. Organisasi perkumpulan
alumni sekolah.
Organisasi perkumpulan alumni
sekolah adalah suatu alat yang sangat baik untuk dimanfaatkan dalam memelihara
serta meningkatkan hubungan antara sekolah dan masyarakat. Murid-murid yang
sudah tamat sekolah biasanya mempunyai kenangan–kenangan dari sekolahnya dan
mereka merasa berkewajiban moral untuk membantu sekolahnya baik berupa materiil
maupun secara moril.
12. Melalui kegiatan ekstra
kurikuler.
Apabila ada beberapa kegiatan ekstra
kurikuler yang sudah dianggap matang untuk dipertunjukkan kepada orang tua
murid dan masyarakat, seperti sepak bola, drama dan lain-lain, maka sangat
tepat sekali kegiatan itu ditampilkan ke dalam masyarakat. Karena itu program
ekstra kurikuler hendaknya di rencanakan dan diatur, agar dapat dimanfaatkan
dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.
13. Pendekatan secara akrab
Yaitu pendekatan antara murid dengan
guru pengajar.
Adapun teknik operasional menurut De
Roche adalah:
1.
Education weeks ( Minggu pengajaran)
Sebagai kegiatan proses belajar mengajar (kegiatan
utama sekolah)
2.
Recognition days ( waktu ulangan )
Untuk alat evaluasi, dalam mengambil keputusan atau
adanya data-data empirik yang tersedia sebagai alat analisa untuk pendidikan
dan pengajaran.
3.
Home visits (Kunjungan rumah)
Dilakukan untuk konsultasi dalam memecahkan masalah
anak didik.
4.
Teacher aids
Merupakan alat bantu pengajaran, sehingga dalam
proses belajar mengajar, memudahkan guru untuk menyampaikan materi pelajaran
dan sekaligus mempermudah peserta didik memahami pelajaran.
5.
Card (kartu)
Untuk keperluan tertentu, maka dapat digunakan
kartu, contoh kartu konsultasi, kartu prestasi atau kartu hafalan surat-surat
pendek.
6.
Parent-Teacher Conference (pertemuan
orangtua dan guru)
Dakam rangka menjalin komunikasi antara orang tua
siswa dan guru, maka perlu dilakukan kegiatan ini. Hasil antara yang diinginkan
adalah adanya rasa pelibatan yang dimilik orangtua, sehingga mau turut serta
dalam pengembangan pendidikan.
7.
Open House (silaturahmi)
Pada waktu-waktu tertentu, maka dapat diadakan
silaturahmi, biasanya dalam hari raya contoh Idul Fitri.
8.
Speaker Beareu ( bagian kehumasan)
Secara khusus guru perlu memilih topik-topik yang
berkenaan dengan pembicaraan di perkumpulan, kelompok, dan organisasi sekolah.
9.
Home Study ( pekerjaan rumah)
Kegiatan belajar siswa di kelas, akan lebih bagus
lagi bila didukung adanya kelanjutan pengulangan pelajaran di rumah, ini bisa
dilakukan dengan memberi pekerjaan rumah bagi siswa untuk memantapkan kemampuan
yang telah diperoeh di kelas.
10. School
and Classroom News letter ( berita sekolah dan kelas)
Wahana komunikasi tertulis di sekolah dibutuhkan
untuk mengabarkan berita-berita umum yang ada dilingkungan sekolah.
11. Calendar
(Kalender)
Kalender ini, bisa berfungsi sebagai prestise.
Disamping itu juga bisa difungsikan untuk mengikat perhatian orangtua dan siswa
beserta guru dalam waktu yang selalu terkait dengan perhatian kepada sekolah.
12. Voting
Reminder card ( kartu saran )
Bila sesuatu terjadi dan tidak dikehendaki oleh
siapapun dan ini merupakan hal yang perlu disampaikan kepada pihak pengelola
lembaga pendidikan, maka yang bersangkutan bisa menuliskannya melalui kartu
saran.
13. Success
Card (piagam penghargaan)
Apabila ada siswa atau orangtua yang telah turut
serta dan memberikan perhatian secara khusus kepada sekolah atau pemenang lomba
yang diadakan oleh sekolah.
14. Local
Newspaper ( surat kabar lokal)
Berita-berita sekolah maupun berita dari rumah yang
kira-kira akan bermanfaat bagi para warga sekolah jika mengetahuinya akan lebih
bagus.
15. Career
specialities (spesialisasi karir)
Bimbingan karir akan sangat bermanfaat bagi siswa
dalam menentukan peran masa depan.
16. Slide
Presentation (slaid presentasi)
Jika dalam memberikan presentasi kepada guru-guru
atau siswa,akan lebih bagus bila menggunakan slaid presentasi.
17. Coffee
Hour (acara minum kopi)
Menjalin partisipasi antar sesama komponen dalam
lembaga pendidikan sangat penting.
18. Activity
Display (pajangan kegiatan)
Dari kegiatan-kegiatan yang telah
dilaksanakan,sebaiknya dipajang di papan tersendiri untuk memberi sugesti
kepada warga yang belum sempat ikut mempertimbangkan.
19. Class
Project in the community (bakti sosial masyarakat)
Siswa adalah bagian masyarakat,untuk itu akan lebih
bermakna hidup bermasyarakat jika turut serta membantu sesama warga yang kurang
beruntung.
20. Letter
to the editor (bakti sosial masyarakat)
Keluhan atau sumbang saran yang sifatnya umum dari
orang tua siswa,maupun guru.
21. Public
Performances (pementasan/pertunjukan)
Apresiasi terhadap kreatifitas siswa dapat
diwujudkan dalam pementasan berkala,di samping itu akan memberikan rasa percaya
diri kepada siswa dan kebanggan orang
tua.
22. Fairs
and Tours (studi lapangan : wisata,komporatif,dll)
Wawasan atau pengetahuan tentang
lingkungan,alam,kenyataan langsung,dll dapat dibina melalui kunjungan ke obyek
langsung.
23. Telephone
Hotline (telepon konsultasi)
Adakalanya permasalahan yang dihadapi siswa atau
masyarakat begitu berat dan susah untuk diungkapkan kepada orang lain.
24. Srategy
borrowing (strategi peminjaman)
Hal ini upaya saling meminjamkan fasilitas yang
sekitarnya dimiliki orang tua atau sekolah.
25. Suggestion
boxes (kotak saran)
Kartu saran berfungsi sebagai tempat penampungan
kartu-kartu saran tadi dan harus diambil diambil dan diperiksa secara berkala
oleh pengelola.
2.6
Organisasi Hubungan Sekolah dan Masyarakat ( Komite Sekolah )
Menurut
Djam’an Satori (2001) diperlukan adanya wadah untuk menampung dan menyalurkan
aspirasi, harapan dan stakeholder sekolah.
Wadah tersebut berfungsi sebagai forum dimana representasi para stakeholder
sekolah terwakili secara proposional. Dalam berbagai dokemen yang ada dan
konsensus yang telah muncul dalam berbagai forum, wadah ini diberi nama Komite
Sekolah. Badan sejenis ini di Australia disebut “School Council”.
Dalam
pengertian lain, Djam’an Satori menyebutkan bahwa komite sekolah merupakan
suatu badan yang berfungsi sebagai forum resmi untuk mengakomodasikan dan
membahas hal-hal yang menyangkut kepentingan kelembagaan sekolah. Hal-hal
tersebut meliputi :
1.
Penyusunan perencanaan strategi sekolah,
yaitu strategi pengembangan sekolah dalam perspektif 3-4 tahun mendatang. Dalam
dokumen ini juga dibahas visi dan misi sekolah, analisis posisi untuk mengkaji
kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi, kajian isu-isu
strategi sekolah, perumusan program-program, perumusan strategi pelaksanaan program,
cara pengendalian dan evaluasinya.
2.
Penyusunan perencanaan tahunan sekolah, yang
merupakan elaborasi dari perencanaan
strategi sekolah. Dalam perencanaan tahunan ini yang dibahas adalah
program-program operasional yang merupakan implementasi program prioritas yang
dirumuskan dalam perencanaan strategi sekolah yang disertai perencanaan
anggarannya.
3.
Mengadakan pertemuan untuk menampung dan
membahas berbagai kebutuhan, masalah, aspirasi serta ide-ide yang disampaikan
oleh anggota komite sekolah. Hal-hal tersebut merupakan refleksi kepeduliaan
para stakeholder sekolah terhadap berbagai aspek kehidupan sekolah yang
ditunjukkan pada upaya-upaya perbaikan, kemajuan dan pengembangan sekolah.
4.
Memikirkan upaya-upaya untuk memajukan
sekolah, terutama yang menyangkut kelengkapan fasilitas sekolah, fasilitas
pendidikan, pengadaan biaya pendidikan bagi pengembangan keunggulan kompetitif
dan komparatif sekolah sesuai dengan aspirasi stakeholder sekolah. Perhatian
terhadap masalah ini dimaksudkan agar sekolah setidak-tidaknya memenuhi standar
pelayanan minimum.
5.
Mendorong sekolah untuk melakukan
internal monitoring (school
self-assesment) dan melaporkan hasilnya untuk dibahas dalam forum komite
sekolah.
6.
Membahas hasil-hasil tes standar yang
dilakukan oleh lembaga atau institusi eksternal dalam menjaga jaminan mutu (quality assurance) serta memelihara kondisi pembelajaran sekolah
sesuai dengan tuntutan standar minimum kompetensi siswa (basic minimum competency) seperti yang diatur dalam PP No.25 tahun
2000.
7.
Membahas laporan tahunan sekolah
sehingga memperoleh penerimaan komite sekolah. Laporan tahuan sekolah tersebut
selanjutnya disampaikan kepada Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.
Review sekolah merupakan kegiatan pentimg untuk mrngetahui keunggulan suatu
sekolah disertai analisis kondisi-kon disi pendukungnya, atau sebaliknya untuk
mengetahui kelemahan-kelemahan sekolah disertai analisi faktor-faktor
penyebabnya. Review sekolah merupakan media untuk saling mengisi pengalaman
sekaligus saling belajar antarsekolah dalam upaya meningkatkan kinerjanya
masing-masing.
8.
Memantau kinerja sekolah, yang meliputi
manajemen sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, mutu belajar mengajar termasuk
kinerja para guru, hasil belajar para siswa, disiplin dan tata tertib sekolah,
baik dalam aspek intra maupun ekstrakulikuler.
Komite
sekolah menurut Djam’an Satori (2001),berbeda dengan BP3.Dalam peran dan
fungsinya yang berjalan sekarang,kemitraan BP3 terbatas pada aspek-aspek
pemenuhan kebutuhan finansial,sarana-sarana sekolah dan fasilitas pendidikan.
Dalam Kepmendiknas No.044/U/2002 tanggal 12 April 2002,disebutka bahwa komite
sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka
meningkatkan mutu,pemerataan,dan efisiensi pengelolahan pendidikan di satuan
pendidikan,baik pada pendidikan sekolah,jalur sekolah,maupun jalur pendidikan
luar sekolah.
Djam’an
Satori (2001) menyebutkan,anggota komite ini terdiri dari: kepala sekolah,
perwakilan guru, perwakilan murid,perwakilan orang tua murid,perwakilan tokoh
masyarakat setempat yang menaruh kepedulian terhadap kemajuan pendidkan
diwilayahnya,perwakilan dari unsur pengendalian mutu pendidikan yaitu pengawas
sekolah.Struktur Komite Sekolah menggambarkan tugas-tugas menjadi kepedulian
Komite Sekolah.Komite sekolah terdiri dari ketua,sekretaris,bendahara,dan
kelompok anggota yang menangani urusan-urusan khusus.
Menurut
Kepmendiknas RI No.044/U/2002 tanggal 2 April 2002,keanggotaan Komite Sekolah
terdiri dari: (1) unsur masyarakat yang bisa saja berasal dari orang tua atau
wali peserta didik,tokoh masyarakat,tokoh pendidikan,tokoh dunia
usaha/industri,organisasi profesi, tenaga pendidikan,wakil alumni,wakil peseta
didik, (2) unsur dewan guru,yayasan
atau lembaga penyelenggara pendidikan,Badan Pertimbangan Desa dapat pula
dilibatkan sebagai anggota Komite Sekolah (maksimal 2 orang).Anggota komite
sekolah sekurang-kurangnya terdiri atas ketua, sekertaris, bendahara.Pengurus
dipilih dari anggota. Ketua bukan berasal dari kepala satuan pendidikan.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Manajemen
hubungan sekolah dan masyrakat adalah hubungan timbal balik antara organisasi
(sekolah) dengan masyarakat/lingkungan yang terkait.Hubungan sekolah dan
masyarakat didefinisikan sebagai proses komunikasi antara sekolah masyarakat
untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dan
karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam
usaha memajukan sekolah.
Lembaga pendidikan dan masyarakat merupakan dua jenis
lingkungan yang berbeda namun keduanya tidak dapat dipisahkan, bahkan saling
membutuhkan dalam pertumbuhan serta perkembangannya. Hubungan sekolah dan
masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas dan kerjasama demi membawa
perubahan yang inovatif sehingga berdampak pada peningkatan mutu kelembagaan
secara total.
DAFTAR
RUJUKAN
Mulyono, MA .2008.Manajemen
Administrasi dan Organisasi Pendidikan.Ar-Ruzz Media
Handoko, T. Hani.1991.Manajemen.Edisi
II.Yogyakarta:BPFE
Tim Dosen AP UPI.2009.Manajemen
Pendidikan.Bandung:ALFABETA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar